Page 315 - Introduction to Islam
P. 315

Ghazali – semangat beribadah yang palsu; yakni perasaan beribadah
                        padahal ibadahnya tidak sejalan dengan kehendak Allah dan rasul- Nya.
                        Akibatnya, ibadahnya ditolak oleh Allah.







                             Pada zaman keemasan Islam, masjid menjadi pusat
                         pendidikan, kesehatan masyarakat, pengambilan kebijakan
                               pemerintah, forum ijtihad ulama, pengembangan
                             perekonomian, dan pemberdayaan orang miskin dan
                         pengangguran. Bangunlah argumen yang menyebabkan hal
                               itu dapat terjadi. Lakukan telaah kritis mengenai
                               kemungkinan masjid kampus di lingkungan Anda
                            dikembangkan dengan konsep dan fungsi yang sama.




                     E.  Mendeskripsikan tentang Konsep Masjid dan Fungsi
                        Masjid Kampus dalam Membangun Budaya Islam

                             Tipe masjid yang perlu dikembangkan adalah tipe Masjid Quba`.
                        Masjid  ini  didirikan  dan  dimakmurkan  atas  dasar  ketakwaan.  Oleh
                        karena itu, masjid dhirār merupakan tipe masjid yang harus dihindari
                        karena  masjid  ini  didirikan  dan  dimakmurkan  atas  dasar  nafsu  dan
                        watak „aku‟.   Implikasinya, tujuan dan program kerja kedua masjid ini
                        jauh berbeda. Masjid Quba` bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan
                        jamaah  masjid,    sedangkan    masjid    dhirār    bertujuan    untuk
                        membelokkan  keimanan  orang-orang  mukmin.  Program  kerja  masjid
                        Quba`  adalah  peribadatan  yang  benar  dan  ikhlas  serta  pengajian
                        Islam   untuk   meningkatkan   ketakwaan   jamaah   masjid.   Adapun
                        program kerja  masjid  dhirār  adalah  peribadatan palsu  dan  pengajian
                        yang menimbulkan kemudaratan.
                             Ciri  ketakwaan  yang  perlu  dikembangkan  oleh  masjid  merujuk
                        kepada QS Al-Baqarah/: 2-4, yakni: (1) selalu mengimani Zat Yang Al-
                        Ghaib (yaitu selalu berzikir kepada-Nya, selalu mengingat-ingat-Nya);
                        (2)  selalu  mendirikan  salat  dengan  khusyuk  yakni  salat  yang  ada
                        zikirnya  (selama  salat  mengingat  Tuhan,  tidak  mengingat  selain
                        Tuhan)  agar  terhindar  dari  salat  sāhun  (lalai,  tidak  ada  zikirnya)
                        sehingga  salat   yang  dilaksanakan    berdampak     yaitu   dapat
                        menghindarkan perbuatan keji dan mungkar; (3) selalu meng-infāq- kan
                        harta (milik Tuhan yang dititipkan kepadanya)  sehingga dirinya sadar
                        bahwa   harta   dunia   itu   hanyalah   ujian   dari   Allah   untuk



                                                     302
   310   311   312   313   314   315   316   317   318   319   320