Page 310 - Introduction to Islam
P. 310
mereka tidak disembuhkan oleh Allah bahkan ditambahkan
penyakitnya dikarenakan mereka sudah berani menantang
Tuhan. Mereka sudah siap berhadapan dengan azab Tuhan:
dan bagi mereka siksa yang pedih disebabkan mereka
berdusta. Mereka baru sadar tentang kemunafikannya ketika
malaikat maut menghamprinya. Malaikat maut mencabut nyawa
orang-orang kafir dan orang-orang munafik dengan kasarnya.
Ketika mati mereka disiksa (siksa kubur) dan dijebloskan ke
dalam neraka-Nya.
c. Penjelasan QS Al-Baqarah/2: 11-12
Dan bila dikatakan kepada mereka, "Janganlah kamu
membuat kerusakan di muka bumi," mereka menjawab,
"Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan
perbaikan." Ingatlah, Sesungguhnya mereka itulah orang-
orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.
Kerusakan fatal yang mereka lakukan adalah “membuat-buat”
agama berdasar selera nafsu dan watak „aku‟nya. Nafsu
perspektif agama adalah segala kehendak dan pikiran yang
tidak sejalan dengan kehendak Tuhan sebagaimana yang
diajarkan dan diteladankan oleh rasul-Nya. Mereka
menciptakan sebuah keyakinan religius berdasarkan nafsu
dan akal pikirannya, lalu mereka merasa sudah berbuat
kebaikan. Mereka merasa sudah menghidupkan agama Allah;
merasa sudah berdakwah, padahal di sisi Allah keliru. Mereka
tidak sadar bahwa perbuatannya itu di sisi Allah justru
merusak dan membahayakan. Mereka tidak sadar telah
membuat suatu keyakinan religius yang menyimpang dari
shirāthal mustaqīm, sebagaimana diajarkan dan diteladankan
oleh rasul-Nya. Adapun watak „aku‟ adalah perasaan „lebih‟.
Dalam hal agama, orang yang mengandalkan watak „aku‟
merasa lebih benar keyakinan religiusnya, karena dirinya
merasa lebih pintar, merasa lebih berilmu, merasa sebagai
orang yang taat beragama, merasa telah memperoleh ilham-
ilham, dan perasaan-perasaan lebih lainnya. Akibatnya, orang
yang berwatak „aku‟ menjadi sombong dan merasa dirinya
lebih baik. Dibantu oleh kinerja iblis dan setan yang sangat
cerdik, mereka (orang-orang munafik) ingin mempromosikan
keyakinan religiusnya agar diikuti oleh sebanyak-banyaknya
manusia.
d. Penjelasan QS Al-Baqarah/2: 13-20
Ukuran kebenaran orang-orang munafik adalah nafsu
dan watak „aku‟. Oleh karena itu, mereka menilai rendah
297

