Page 314 - Introduction to Islam
P. 314

“Takabbur, ‘ujub, riya`, dan sum’ah akan membakar amal bagaikan
                           api  yang  siap  membakar  habis  kayu  kering”  (kayu  keringnya  itu
                           adalah amal-amal saleh); (c) takwa yang benar-benar takwa, yakni
                           mujtahidūna    fī    `ibādatihii    bi    shidqin    wa    ikhlāshin.    Artinya,
                           ‟Bersungguh-sungguh dalam  ibadahnya  dengan  benar  dan  ikhlas;
                           dan  (d)  menjalankan  jihād  akbar  (berperang  untuk  menundukkan
                           nafsu dan watak „aku‟) secara terus-menerus agar nafsu dan watak
                           „aku‟nya    dapat    ditundukkan    sehingga    mencapai  nafsu
                           muthma`innah  (karena  hanya  orang  yang  sudah  mencapai  nafsu
                           muthma`innah  inilah  yang  dipanggil  Allah  untuk  masuk  ke  surga-
                           Nya,  sebagaimana  firman-Nya  dalam  QS  Al-Fajr/89:  27-30).  Cara
                           menundukkan nafsu dan watak „aku‟ adalah dengan selalu menaati
                           Allah, rasul-Nya, dan ulil amri minkum (QS An-Nisa/4: 59).

                             Pendirian  masjid  -  termasuk  masjid  kampus  -  harus  didasarkan
                        atas takwa, jangan sampai didasarkan atas nafsu dan watak „aku‟. Oleh
                        karena itu, pengurus masjid harus menjadi pelopor ketakwaan. Sabda
                        Nabi  Muahammad,  “Ibda`  binafsika.”  Artinya,  “Mulailah  dari  dirimu
                        (sendiri)”.  Pengurus  masjid  harus  memulai  menjalankan  ketakwaan,
                        sekaligus  menjalankan  jihād  akbar,  yakni  berperang  untuk
                        menundukkan  nafsu  dan  watak  „aku‟nya, dengan  menanamkan  rasa
                        rendah  diri  di  hadapan  Tuhan  dan  rendah  hati  di  hadapan  manusia
                        (tidak sombong dan membanggakan diri). Firman Allah, “Yā ayyuhan
                        nāsu antumul fuqarā`u ilallāhi wallāhu huwal ghaniyyul ḫamīdu.” Artinya,
                        „Hai  manusia,  kamulah  yang  berkehendak  kepada  Allah;  dan
                        (sedangkan)  Allah  Dia-lah  Yang  Mahakaya  lagi  Maha  Terpuji.‟  (QS
                        Fathir/35:  15).  Karena  manusia  itu  butuh  kepada  Tuhan,  maka  kita
                        sebagai  manusia  harus  selalu  berusaha  mendekati  Tuhan  (sedekat-
                        dekatnya)  dengan  jalan  merendahkan  diri  dan  rasa  takut.  Perasaan
                        rendah  diri diungkapkan dalam bentuk selalu  bertobat  karena dirinya
                        merasa  paling  banyak  dosa-dosa  dan  kesalahannya.  Ingat,  Allah
                        menyukai  orang-orang  yang  bertobat  dan  membersihkan  diri.  Ingat
                        pula, para nabi adalah manusia-manusia yang paling merasa rendah
                        di hadapan Tuhan sehingga mereka selalu bertobat.
                             Seiring  dengan  perkembangan  zaman  dan  suasana  akademik
                        kampus, bersamaan dengan membina dirinya dengan ketakwaan dan
                        jihād  akbar,  pengurus  masjid  perlu  menyusun  program  kerja  dalam
                        rangka  meningkatkan  ketakwaan  para  jamaah.  Ciri  kecendekiaan
                        masjid  kampus  harus  menonjol,  tentunya  harus  dengan  basis
                        ketakwaan.    Masjid    kampus  perlu    mengembangkan    program
                        pengkajian keagamaan yang fundamental (lebih memprioritaskan kajian
                        dasar-dasar  agama)  secara  kritis,  terbuka,  luas,  mendalam,  dan
                        membangun  ukhuwah  islamiah  dengan  tetap  mempertahankan  dan
                        membina  ciri  khas  masjid  seperti  salat  lima  waktu,  salat  Jumat,  dan
                        ibadah-ibadah  lainnya.  Semangat  beribadah  perlu  diarahkan  untuk
                        meningkatkan ketakwaan; dan menghindari – meminjam istilah Imam


                                                     301
   309   310   311   312   313   314   315   316   317   318   319